Selasa, 21 April 2015

Dalalah Kelompok 4

Mochammad Nor Ichsan Aqibinnasik
Rifchatul Laili
Muhammad Irfan Khoironi
Dalalah
A.    Pengertian Dalalah
Dilalah adalah memahami sesuatu dari sesuatu  yang lain. Sesuatu yang pertama disebut al-madhul (yang ditunjuk, diterangkan, atau diberi dalil) dan sesuatu yang kedua disebut al-dall (penunjuk, penerang, atau yang member dalil) [1]
B.     Macam-macam Dalalah
a.       Dalalah Lafzhiyah, ialah tanda (dalalah) yang berupa bentuk kata, misalnya: rumah, menunjukkan bangunan tempat tinggal yang terdiri dari dinding (papan/tembok), tiang, atap, pintu, dan lainnya.
Dalalah lafzhiyah ada tiga macam, yaitu:
1.      Thabi’iyyah, yaitu dalalah yang bersifat pembawan, seperti suara “aduh” (rintihan) menunjukkan sakit.
2.      Aaqliyyah, yaitu dalalah yang berdasarkan akal, seperti suara dalam ruangan menunjukkan ada orang di dalamnya.
3.      Wadh’iyyah, yaitu dalalah yang berdasarkan penetapan istilah, seperti kata uyang menunjukkan arti yang ditetapkan bagi kata-kata itu dalam bahasa, seperti; es teh menunjukkan teh yang diberi es.[2]
Di dalam ilmu mantik, dalalah lafzhiyah wadh’iyyah ada tiga macam, yaitu:
1.      Dalalah Muthabaqah, yaitu apabila maknanya sepenuhnya selaras dengan arti lengkap (utuh)nya. Seperti makna sapi pada kalimat “ saya membeli sapi” yang dimaksudkan sapi di sini keseluruhan sapi secara makna dan arti.
2.       Dalalah Tadhammun, yaitu apabila makna yang dimaksudkan hanya sebagian saja dari arti penuhnya, seperti makna kata sapi pada kalimat : saya memukul sapi” yang dimaksudkkan sapi di sini hanyalah sebagian tubuh sapi.
3.      Dalalah iltizam, yaitu apabila makna yang dimaksudkan adalah pengertian lain, tetapi pengertian lain itumerupakan hal lazim yang ada pada kata tersebut, seperti makna kata sapi pada kalimat “saya menarik sapi” pengertian sapi di sini bukan bagian dari makna sapi sama sekali, sapi dalam kalimat ini pengertiannya adalah tali yang merupakan kelaziman bagi sa;pi peliharaan.[3]
b.      Dalalah Ghoiru Lafzhiyyah, yaitu petunjuk yang tidak berbentuk kata atau suara.[4]
Dalalah ghoiru lafzhiyya ada tiga macam, yaitu:
1.      ‘Aqliyah, seperti berubah-ubahnya alam semesta menunjukkan akan ke”baru”annya.
2.      ‘Adiyah, seperti adanya/turunnya hujan menunjukkan akan adanya tetumbuhan.
3.      Wadh’iyyah, seperti mengangguk menunjukkan “iya” dan menggeleng menunjukkan “tidak”.[5]




[1] Baihaqi, Ilmu Mantik Teknik Dasar Berpikir Logik, (Darul Ulum Press, 1996) hlm: 11-12
[2] M. Fadlil Said An-Nadwi, Ilmu Mantiq, (Surabaya:Al-Hidayah, 2005) hlm: 13
[3] Ibid., hlm: 15-16
[4] Baihaqi, Ilmu Mantik Teknik Dasar Berpikir Logik….. hlm: 13
[5] Cholil Bisri Mustofa, Ilmu Mantik, (Rembang: Al-Maarif Percetakan Offset, 1987) hlm: 12-13

Tidak ada komentar:

Posting Komentar